HAKIKI JILBAB

Normal
0

false
false
false

EN-US
X-NONE
X-NONE

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;
mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;}

HAKIKI JILBAB

*Berjilbab Tapi Telanjang

“Ada dua golongan neraka yang belum pernah saya lihat keduanya, yaitu suatu kaum yg membawa cambuk seperti seekor sapi yg mereka gunakan untuk memukul orang-orang lain, dan (yg kedua) Wanita-wanita yg berpakaian tapi telanjang, yg berjalan dengan gaya dan lagak yg di buat-buat indah, sambil menggoyang-goyangkan bahu, sedang kepala mereka sebesar punuk unta. Mereka tidak akan bisa masuk surga dan tidak akan mencium bau surga padahal bau surga itu dapat tercium sejauh perjalanan demikian dan demikian”. (HR Bukhori).

Telanjang (Kasiat) dalam pandangan syariat adalah menampakan aurat. Nah, Berjilbab tapi telanjang, sebagai mana di ungkapkan Isa Bin Dinar, adalah orang yg berjilbab secara dhohir, namun pada hakikinya jilbab dan pakaian yg di kenakan belum mampu menutupi auratnya, Misal pakaianya terlalu ketat (seperti celana jeans dll), terlalu pendek, terlalu tipis, sehingga tampak terawang postur tubuhnya.

Definisi jilbab sebenarnya tidak sederhana seperti yg selama ini kita pahami. Jilbab hakikinya bukan sekedar krudung. Al Qur’an memberikan kriteria:

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka’. Yg demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu”  (QS. Al-Ahzab: 59).

 Berangkat dari ayat ini, Imam Al Qurthubi yakin bahwa jilbab adalah kain yg menutup seluruh badan. Imam As-Syaukani menerangkan, “khasiat ariyat, berjilbab tapi telanjang”, adalah bersedia menikmati anugrah Allah namun enggan untuk menyukurinya. Selain itu ada juga yg mengartikan dengan menutupi sebagian tubuhnya namun terbuka bagian yg lain. Pendapat lain, Mengenakan pakaian tipis tipis yg menunjukkan postur tubuhnya.

 

 

*Jilbab dan Ibadah Tiga Dimensi

Ada banyak rahasia di balik tiap jilbab yg dikenakan muslimah terbaik. Jilbab adalah paket tiga ibadah sekaligus, yakni ibadah mahdhah, ibadah social dan ibadah lingkungan.

Pertama, Jilbab sebagai ibadah mahdhah

Ibadah yg murni. Ibadah mahdhah artinya jilbab merupakan bentuk ibadah yg murni kepada Allah (hablun minallah). Perintah jilbab jelas di lansir dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab: 59 menyeru “Hendaklah mereka menglulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Ayat ini menegaskan hukum jilbab adalah wajib ‘ain, artinya semua muslimah wajib berjilbab tanpa terkecuali. Sebagai sebuah kewajiban, jika dikerjakan maka balasanya adalah pahala, dan sebaliknya bila ditinggalkan mendapat dosa.

Makna jilbab sebagai ibadah mahdhah adalah sebuah amalan religius, Kualitas kesalehan seseorang dapat di lihat dari sejauh mana ia mematuhi jilbab sebagai sebuah kewajiban. Artinya, sejauh mana ia ikhlas dan istiqomah dengan jilbabnya. Istiqomah berarti berjilbab tanpa pandang “musim”, trend atau lainya. Ikhlas berarti berjilbab semata-mata untuk Allah, bukan untuk tujuan yg lain.

Kedua, jilbab sebagai ritual sosial.

Selain merupakan ritual religious, jilbab menyimpan dimensi kesalehan social. Seruan Al-Qur’an tentang dimensi social jilbab tertuang dalam redaksi ayat “Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu” (QS. Al-Ahzab:  59).

Jilbab di rancang agama sebagai benteng yg menjaga muslimah dari delik kejahatan, terutama kejahatan seksual. Jilbab adalah cara kreatif Allah untuk menjaga kehormatan muslimah. Sehingga mereka mudah untuk dikenali, mana muslimah yg berkualitas dan mana yg tidak, dilihat dari kualitas (istiqomah dan keikhlasan) jilbabnya.

Bahasa Al-Qur’an “karena itu mereka tidak di ganggu” menyebut bahwa jilbab adalah benteng agar terhindar dari berbagai gangguan seperti pelecehan seksual. Ayat ini dapat dipahami secara terbalik, bahwa jilbab adalah sarana Allah untuk membangun kesalehan social. Jilbab menghindarkan dari fitnah, mulai dari pandangan hingga pandangan seksual. Artinya, seorang yg berjilbab dengan penuh santun, berarti  ia telah membantu orang-orang di sekelilingnya untuk tidak terjebak dalam kubangan maksiat.

Ketiga. Jilbab sebagai ibadah lingkungan.

Makna ibadah lingkungan dalam jilbab terletak pada beragam manfaat jilbab untuk kesehatan, salah satunya mencegah kanker kulit.

Kanker kulit merupakan tumor-tumor yg terbentuk akibat kekacauan dalam sel yg di sebabkan oleh penyinaran, zat-zat kimia, dan sebagainya. Kanker kulit biasanya disebabkan karena sinar ultra violet yg menyinari pada wajah, lengan, leher, dan kaki. Tubuh atau kulit yg langsung terkena sinar matahari berisiko lebih besar terjangkit penyakit ini, selain juga dapat mempercepat proses penuaan. Jilbab adalah solusinya.

Makna jilbab sebagai ibadah lingkungan terletak pada fungsinya mencegah penyakit. Kesehatan merupakan kebutuhan fitrah dan hajat penting bagi kualitas ekologi manusia. Jilbab dapat menjaga tubuh manusia dari kerusakan, layaknya hutan menjaga ekosistem yg ada di dalamnya.

 

Santri PP.Al-Muayyad, Kudus.

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s